Santa Claus is Coming to Seoul: Suasana Natal di Seoul

Kalau mau meresapi suasana natal yang begitu kental bahkan terasa menusuk sampai ke  tulang belakangmu, datanglah ke Seoul.

Aiiih… Di sini, suasana Natal begitu terasa. Meski itu di awal Desember 2009, namun semua orang seperti sibuk berbenah-benah.

Produk-produk mulai membuat paket-paket Natal mereka. Toko, restoran, pusat perbelanjaan, subway station, dengan gesitnya mulai memasangi lampu kelap-kelip dan pohon-pohon natal yang tentu saja tak lupa dilengkapi dengan aksesoris-aksesorisnya.

Kebanyakan produk menyajikan paket natal

Seorang anak asyik bermain dengan lampu. Menjelang natal, setiap toko mulai berhias diri.

Bahkan bis-bis kota yang biasanya cukup elegan pun kebablasan menghias diri dan  membuatnya menjadi norak. Tak ubahnya seperti bis ekonomi jurusan Kisaran-Pematang Siantar, yang karena saking bobroknya, si sopir berusaha mensiasati dengan menghias interior bisnya mati-matian sampai melebihi akal sehat para desainer interior sekali pun. Samalah seperti perawan tua yang kelewat jelek lalu berusaha mati-matian berdandan kelewat menor dan membuat orang yang melihatnya mati terkencing-kencing karena menyangka bertemu dengan kuntilanak. Hehehe..Tapi intinya, walaupun bis itu terlihat norak, tetapi itu membuat momen natal terasa lebih panjang di Seoul. Apalagi sopir yang mengendarai bis itu tiba-tiba menjelma menjadi Santa-Claus.

Bis pun Ikut Berdandan Menyambut Natal

Santa Claus berprofesi jadi sopir bis. Memang berat tuntutan ekonomi jaman sekarang, Santa Claus pun sampai harus cari kerja sampingan. Entah kemana rusa-rusa itu pergi dibuatnya. Kasian juga :)

Di sisi lain kota, Para Santa Claus mulai berhamburan dimana-mana. Mereka berdiri sambil membunyi-bunyikan lonceng untuk memanggil orang agar mau menyumbang untuk orang yang kurang mampu. Mereka itu benar-benar para sukarelawan, bukan pengusaha dadakan.

Ada juga yang memilih menyambut kedatangan natal dengan menyediakan panggung-panggung kecil di daerah keramaian, lalu para biduan mulai menyanyi di situ. Daaan… suara mereka merdu-merdu sekali, membuat bulu kudukmu berdiri. Apalagi mereka bernyanyi dengan lagu-lagu natal yang membuat memori ini seperti terbang melayang-layang mengingat nostalgia natal di masa lalu.

Santa Claus is Comiiing to Tooown.. Di sudut-sudut pusat perbelanjaan, ada saja panggung kecil untuk bernyanyi lagu-lagu natal. Foto ini diambil di Myeong Dong.

Dan yang paling menyenangkan adalah, tepat pada tanggal 25 Desember di pagi hari, salju pun mulai turun. Ah, ini membuat suasana natal kali ini begitu mantabh surantabh. Ketika salju turun, sahabat-sahabatku berteriak-teriak kegirangan. Sedangkan aku, aku hanya bisa meringkuk di tempat tidur di bawah selimut tebal.. hahahaha.. aku tak berani menghadapi salju yang dingin itu. Dasar orang kampung…

Ah, percuma juga kalau aku bercerita lebih jauh tentang bagaimana indahnya Natal di Korea.

Begini saja, saranku, kalau ada waktu luangmu dan uang lebih dari hasil korupsi, judi, atau pun menjual diri, lebih baik kau gunakan uang itu untuk datang ke Seoul di akhir bulan Desember. Karena setidaknya, sebelum kau masuk neraka kau sudah merasakan indahnya suasana Natal di Korea. Itu pun kalau kau belum keburu mati kedinginan di terpa musim dingin di Korea. Hahaha.. Bercanda.

Diterbitkan di:  on Januari 16, 2010 at 1:47 pm Komentar (8)
Tags: , , ,

Memasak Sendiri

Lidah orang kampung ini memang susah diajak kompromi.. jika ia dicekoki keju, pizza, spaghetti, ataupun kimchi secara berkesinambungan maka lidah  ini akan berontak. Lalu ia menjulur2 mencari  rendang, opor ayam, mi ayam pinggir jalan, indomie rebus yang pake cabe rawit potong, dan bahkan pecel yang biasa dijual di kereta api dalam perjalanan Kisaran-Medan (biasanya mereka berjejeran di stasiun Tebing Tinggi). Oh, apalagi gorengan pinggir jalan yang disajikan bersama cabe rawit dan teh botol sosro…

Daging sapi panggang: Ini lumayan bisa ditolerir

Daging sapi panggang: Ini lumayan bisa ditolerir

Dan aku tak menemukannya di Korea.  Nah, berhubung fasilitas memasak sangatlah lengkap di dormitory ditambah dengan semangat menemukan masakan yang dapat ditolerir lidah maka aku pun membuat tekad: “Mulai hari ini, saya, Rido, berjanji akan memasak untuk makanan sehari-hari!”

Untungnya aku menemukan Saos ABC (Hanya dijual di Itaewon)

Untungnya aku menemukan Saos ABC (Hanya dijual di Itaewon)

Pengalaman memasak sangatlah menyenangkan.. ada banyak hikmah yg dapat kita ambil. Jika engkau masih baru dalam dunia masak-memasak sama sepertiku, maka ikutilah prinsip dasar ini, niscaya kau tidak akan meninggal karena masakanmu.

Prinsip 1:

Tidak usah pusingkan apa yang akan dimasak, masukkan saja semuanya!

Berbekal NOL BESAR dalam pengalaman memasak, prinsip inilah yang kuanut saat awal memasak. Aku merebus air, lalu memasukkan segala jenis yang kutemukan: wortel, sayur yang aku tidak tau namanya apa, asalkan berwarna hijau(setau aku semua yang berwarna hijau itu sayur! kecuali Tentara), cabe, dll.  Semuanya kumasukkan ke dalam panci. Tak pilih kasih. Tanpa ampun. Setelah selesai memasak temanku melihat hasil masakanku dan berkata  ” Oooo.. you made  soup..Goooooood…”

Bathinku pun berkata: “Ooo.. ternyata dari tadi ini aku lagi buat sup.. Iya juga, emang mirip sup jadinya”.

Sekarang aku mengerti. Jadi tenang saja, nama makanan itu ada setelah makanan itu terlebih dahulu ada. Lagipula, apalah arti sebuah nama..

Prinsip 2:

Garam itu asin!

Prinsip dasar ini sangat penting bagi pemula. Waktu aku ingin menggoreng daging sapi, prinsip ini sangatlah jelas teraplikasi. Jadi begini, sebelum aku menggoreng daging, aku mencampurkan GARAM di daging mentah sambil menunggu pancinya panas. Lalu setelah itu aku memasukkan daging sapi mentah  itu bersama dengan cabe, bawang, sayur yg tak tau namanya (ingat Prinsip 1: Masukkan saja semuanya!) ke dalam panci. lalu secara latah tanganku MEMBUBUHKAN LAGI GARAM ke dalam panci dengan asumsi: Tadi kan  garam yang pertama untuk dagingnya aja, sayur2nya belum kena garamnya. tak berapa lama kemudian entah apa yang ada dipikiranku sampai akhirnya tanganku ini KEMBALI MEMBUBUHKAN GARAM ke dalam panci. Jadi TOTAL telah 3 kali aku membubuhkan garam. Setelah selesai aku pun mencicipinya. dan… aku baru tau, GARAM ITU ASIN jenderaall..begitu juga dengan masakan yg terlalu banyak dibubuhi garam!

Tapi tenaanng, tak perlu khawatir. Selalu ada solusi yang bernama: TONG SAMPAH. Jika engkau mengalami hal yang sama  maka buanglah masakan itu ke tong sampah secara diam2 tanpa diketahui temanmu yang lain dan beralih ke PLAN B: memasak mie instan. Itulah yg kulakukan.

Prinsip 3:

Manusia merencanakan tapi Tuhan juga yang menentukan!

Hendaknya kita tidaklah angkuh ketika memasak. Suatu kali aku pernah berniat untuk memasak telur dadar untuk pertama kalinya di Korea. Maka seperti Prinsip 1 (masukkan saja semuanya!), aku pun memasukkan cabe, sayur, dll ke dalam telor lalu dikocok bersama2. Setelah itu, aku pun menuangkannya ke dalam panci. Sampai disini tidak ada masalah. Namun ketika aku hendak membalikkan telor dadar itu, tiba2 saja telor itu hancur  sehingga tidak membentuk lingkaran lagi. Daripada bentuknya nanggung maka skalian saja aku hancurkan semuanya sehingga tidak berbentuk lagi dan jadilah: SCRAMBBLED EGG (Masakan yang kata orang sering tersaji di hotel untuk sarapan).

scrambbled egg

scrambbled egg

Jadi begitulah, aku boleh saja berencana membuat TELOR DADAR tapi Tuhan juga yang menentukan kalau telor itu harus jadi SCRAMBBLED EGG.  Siapa sangka?!  Jadi, hendaknya kita tidaklah angkuh ketika memasak, karena Dialah yang Maha Tahu.

Prinsip 4:

Jangan begitu saja percaya terhadap TEKNOLOGI canggih!

Seumur2 baru kali ini aku berhadapan dengan kompor listrik nan canggih. Jadi ketika hendak memasak mie, aku pun meletakkan panci ke atas kompor  listrik yang bentuknya sangatlah elegan itu. Sambil menunggu, aku pun bermain komputer. 1 jam kemudian.. air tak kunjung mendidih. Aku pun mencari penyebabnya dan ternyata aku belum menyalakan kompornya!

Kedua kali, aku hendak memasak nasi dengan rice cooker yg canggih dan dipenuhi tombol2 digital. kejadian yang sama terulang lagi.. nasi tak kunjung masak, ternyata aku belum memencet tombol untuk memasak.

Jadi, jangan percaya begitu saja terhadap benda yang terlihat canggih! Mau kompor listrik kek, kompor gas kek, rice cooker canggih kek,, semuanya harus dinyalakan dulu!

Aku kira, 4 prinsip saja sudahlah cukup untuk membuatmu tidak tewas karena masakanmu. Masalah enak tidak enaknya , janganlah terlalu dipermasalahkan.. Tidak mati saja sudah syukur. Lagipula, aku ini bukan Koki..

:)

Diterbitkan di:  on Agustus 31, 2009 at 2:47 pm Komentar (12)

Enaknya di Negeri Orang

Ada satu hal yang menyenangkan dari berada di negeri orang dan tidak perlu bekerja di kantor:

Salah satunya,

Aku tak perlu buru2 bangun pagi, lalu memacu sepeda motor melebihi kecepatan suara :) demi tiba di kantor sebelum jam 7.30 pagi. Sesampainya di kantor dengan secepat kilat memasukkan jari ke kotak hitam menyeramkan demi mendengarkan suara: “verifikasi sukses..”  (Oooh… betapa menyenangkannya jauh dari mesin laknat itu :) )

Namun bukan itu saja keuntungannya. Nah, inilah  yang ingin kuutarakan saat ini kepadamu Kawan..

Pertama, enaknya berada di negeri orang adalah kita jadi menemukan hal2 baru dan paham akan kebiasaan dan budaya dari negara2 lain.  Apalagi dalam satu kelas, aku bersama dengan orang dari berbagai negara. contohnya:

a. Kebiasaan Pakai Sarung

Ternyata budaya memakai sarung bukanlah asli budaya Indonesia. Jadi jika  suatu saat Malaysia mempromosikan budaya pakai sarung, janganlah lantas kita orang Indonesia mengamuk karena itu memang bukan budaya  Indonesia saja. Pembuktiannya adalah teman aku yg orang Myanmar juga memakai sarung jika di flat. Dan tentu saja dibalik sarung itu ia hanya mengenakan celana dalam (dan kadang2 tidak sama sekali) sama seperti di Indonesia. Hahahaha.. Kau harus lihat bagaimana cara ia mengangkang dengan sarungnya, mengangkat satu kaki di kursi dengan sarungnya: Oh sungguh sangatlah elegan! Sangat eksotik!  Khas Asia! Sama persis seperti orang Indonesia. Bak kata pelajaran bahasa Indonesa SD kelas V: Bagai pinang dibelah dua! atau ibarat kata pelajaran Matematika SMP kelas 1: Sama dan Sebangun! bisa juga seperti istilah pelajaran biologi SMA kelas 2: Kembar Identik!

b. Kebiasaan Mengorok

Ternyata kebiasaan mengorok saat tidur itu sudah menjadi tren yang melanda semua orang di semua negara (dapat disejajarkan dengan tren model rambut Beckham-Sangat mendunia!). Ini terbukti dari teman sekamarku yang tidak pernah melewatkan tren ini setiap malam. Malangnya, dia selalu lebih dulu tidur daripada aku. Akibatnya, akulah yang yang harus menderita berkepanjangan karena mendengarkan orokannya yang selalu ditampilkan dengan tempo Conbravura dan birama 4/4 SETIAP MALAMnya.. Kawan, jika kau mengalami hal ini saranku: pasrah saja! Menyalakan MP3 dari HP dan meletakkannya di telinga juga tidak membantu banyak.  Satu2nya yang bisa dilakukan adalah menarik nafas dalam2, berusaha mendengarkan setiap nada orokan yang timbul, meresapinya dalam2, mencari makna filosofis dari setiap nada yang mengalun, lalu membayangkannya seperti alunan lagu Nina Bobo yang akan membawamu terbuai ke alam mimpi.. Inilah yang aku sebut MENGOROK DALAM NADA.. Hahahaha… Tapi izinkanlah aku SEKALI saja tidur lebih dulu daripada temen skamarku itu… Aku ingin dia merasakan orokanku dan agar ia mengerti betapa MENYAKITKANnya  perasaan itu.. he2.

Kedua, jika kau berada di negeri orang maka kau akan bertemu dengan berbagai macam teknologi canggih nan mutakhir yang digunakan dalam keseharian. salah satunya:

Zebra Cross

Teknologi untuk menyeberang jalan ini sangatlah maksimal digunakan  di Seoul. Ketika lampu untuk menyeberang nyala, barulah orang2 berduyun2 secara teratur menyeberang jalan di atas garis hitam putih. Dan tidak ada mobil/motor yang nyerobot.. Sepertinya anggota DPR kita perlu studi banding untuk menerapkannya di negeri kita. He2.

Ketiga, kita jadi bisa belajar bahasa asing. Sedikit flash back: Awalnya, aku tidak tertarik dengan Korea. Meskipun temanku baru pulang dari Korea dan menceritakan betapa enaknya hidup di Korea tetap saja aku tidak tertarik. Satu2nya alasan aku pergi ke Korea adalah karena aku tertarik dengan jurusan yang kuambil yang kebetulan ada di Korea. Nah, berangkat dari perasaan biasa saja itu, ternyata ketika telah tiba di sini perasaan itu berubah, dan satu hal yang sangat menyenangkan adalah dapat mempelajari bahasa mereka.

Keempat, (khusus Pria),  Aku bukanlah pengamat fashion, namun tren fashion yang ada di Seoul saat ini sangatlah memberikan  keuntungan bagi  para kaum pria.

(Khusus buat pacar: Tentu saja ini bukan merupakan keuntungan buatku, sayang… karena hanya kaulah yg ada di hatiku -gombal mode:on- He2.).

Tapi bagi pria2 lain yang tak sesetia aku (hehehehe2) tentu saja tren fashion saat ini dapat menggantikan peranan INSTO maupun VISINE dalam mencuci mata.  Bagaimana tidak, keseharian para wanita korea selalu saja menggunakan rok yang sangat mini.. Kebanyakan rok mini yang digunakan terbuat dari bahan kain yang dapat dengan mudahnya melambai2 bila tertiup angin..  Oooh tidak.. Mungkin Iman kita tahan akan godaan itu, tapi apakah “Imron” kita juga tahan?! Hehehe..

Itulah sedikit keuntungan2 berada di negeri orang, walopun ada juga gak enaknya. Salah satunya adalah: Di Korea, semuanya serba mahal… mau beli rumah mahal, mau beli mobil mahal, mau beli apartemen juga mahal.. :)

Udah, Segitu saja dulu..

Diterbitkan di:  on Agustus 16, 2009 at 9:35 am Komentar (10)

Berangkat ke Korea

Selasa,28 Juli 2009: Hari terakhirku di Indonesia sebelum berangkat ke Korea.

Fiuh, hari itu adalah hari yang sangat melelahkan.

Paginya harus briefing ke kantor KOICA (lembaga donor yang membuatku sekolah di Korea), dan disana dapat kabar mengagetkan: luggage yang lebih dari 20 kg akan kena charge tambahan sebesar US$100 kalo kelebihan luggagenya lebih dari 4-7 kg.

Aku pun langsung panik. Pikiranku melayang2 menuju koperku yang telah terisi penuh sambil bertanya2 “berapakah beratmu, wahai koper?”.He2.

Sesampainya dirumah aku mencari akal untuk menimbang berat si koper. Bertanya ke tetangga, tak ada yang punya timbangan badan. Akhirnya bersama sepupuku, kami pun merencanakan sebuah penipuan terencana yang sangat matang.

Maka pergilah aku dan dia bersama dengan si koper ke sebuah tempat pengiriman paket. Berlagak akan mengirim barang, kami bertanya tentang harga paket ke Medan dengan seberat koper yang kami bawa. Kami sudah menyiapkan dalih, ‘ ini mau nanya dulu mas, besok baru mau diantar karena sekarang kopernya belum dibungkus2in…’ Bermodalkan tampang meyakinkan, akhirnya si petugas pengiriman paket pun mengangkat koper ke timbangan dan terteralah di sana berat koper itu: 15 kg. RENCANA BERHASIL! Fiuuh.. ternyata tidak lebih 20 kg. Kami pun pulang dan tak lupa bertanya no telp agensi pengiriman paket itu untuk menyempurnakan penipuan kami. Hahahaha… kasian petugas itu.. Tapi sudahlah, namanya juga kerja.

Sesampainya di bandara, aku benar-benar gamang. rasa khawatir, senang, sedih seperti dimasukkan ke dalam mixer pembuat jus lalu aku minum habis2, tak bersisa. Apalagi pas aku lagi berjalan dari belalai bandara soekarno hatta ke badan pesawat korean air itu.. sepertinya berat sekali.

7 jam di dalam pesawat akhirnya tiba juga di incheon, Korea. Pukul 07.00 WBKS (Waktu Bagian Korea Selatan … Hehehe) 29 Juli 2009. Wuuihh, bandaranya benar2 teratur

Di gate keluar, aku langsung mencari KOICA booth untuk mengkonfirmasi kedatanganku. Oleh petugas KOICA aku diminta menunggu peserta dari negara lain. Tak lama menunggu datanglah peserta dari uzbekistan, lalu kita ngobrol. Ini pembicaraan yang menarik:

Si Uzbek yang tampangnya bulet:

Jadi agama lo apa?

Aku yang lagi masuk angin n nahan kentut n boker:

Kristen, lo?

Si Uzbek yang tampangnya bulet dan mulai kelaparan:

Atheis.

Setelah kita naik bis,

Si Uzbek yang tampangnya bulet dan masih kelapran:

So, lo kristen kan..

Aku yang lagi masuk angin n nahan boker n kentut diem2:

ya?

Si Uzbek yang tampangnya bulet dan masih kelapran n gak nyadar ak kentut:

good.. because i bring this.. (ngeluarin dari tas satu botol gede VODKA…)

bujubuneeeeng… baru kenal 1 menit aja udah gt..

Aku yang lagi masuk angin n nahan boker n agak legaan hbs kentut:

Hahaahaha.. (ketawa garing)

Rata2 motor yang dipake buat jalan di korea, motor matic

Rata2 motor yang dipake buat jalan di korea, motor matic

Di perjalanan aku ngeliat kota Seoul bener2 rapi. Mobil ada banyak tapi gak macet. Orang yang tukang nganterin delivery gt pada umumnya naek motor mirip harley.. (aku pun langsung membayangkan kalo saja motor yang biasa kubawa setiap hari ketika di Indonesia, akan jadi apa kira2 kalo di Korea?). Motor dikit banget di jalanan.. kalopun ada, motornya rata2 motor sport ato matic kaya mio gt2..

Motor sering dipake buat delivery di korea

Motor sering dipake buat delivery di korea

Setelah 1,5 jam di perjalanan akhirnya nyampe juga di tempat training KOICA namanya International Convention Center (ICC) . Fakta yang mengejutkan adalah, setiap orang mendapat 1 kamar! enak bgt.. dan kamarnya sangat bagus. Standar hotel berbintang. Peralatan mandi yang disiapkan bahkan lebih bagus dari yang biasa disiapkan di hotel berbintang! Mereka bahkan memberikan saputangan buatan PARIS! (yang aku yakin gak mungkin palsu kyk di Indonesia. HE2).

Kamarku di ICC

Kamarku di ICC

Kamarku di ICC

Kamarku di ICC

Kamarku di ICC

Kamarku di ICC

Akhirnya aku akan ada di tempat training ini sampai dengan hari Minggu. Selama di di ICC akan ada Medical Check-up,  pengenalan budaya korea, jalan2, dll.

Si Uzbek yang tampangnya bulet dan masih kelapran n gak nyadar ak kentut:
Diterbitkan di:  on Juli 31, 2009 at 9:44 am Komentar (5)

Fait Accompli

Ah, betapa sulitnya berdiri gagah saat berhadapan dengan fakta…

Sebuah fakta yang harus terjadi sebagai penjelmaan dari pilihan-pilihan sulit yang harus diambil dalam situasi yang runyam.

Tenggorokanku kering karnanya…

Diterbitkan di:  on Desember 15, 2008 at 10:42 am Komentar (2)

Kucing adalah Makhluk Menyebalkan

Wikipedia:

Kucing peliharaan atau kucing rumah adalah salah satu predator terhebat di dunia. Kucing ini dapat membunuh atau memakan beberapa ribu spesies…

… Kucing dianggap sebagai “karnivora yang sempurna” dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging…

iiihhhh.. Menjijikkan…

Ok, tapi aku bukan Ailurophobia! Sebenarnya dulu aku merasa biasa-biasa aja dengan kucing. Bagiku, kucing adalah setara dengan anjing, ayam, bebek, maupun  burung. Mereka adalah hewan yang tidak patut dihina.

Namun sekarang, kucing drastis turun derajatnya dihadapanku. Ia telah setara dengan kecoak, tikus, dan nyamuk=binatang yang harus dibasmi!! Arrghh…

Mengapa oh Mengapa?

Karena eh karena kucing adalah binatang biadab yang telah memakan habis seluruh piaraan ikan mas koi-ku. Tinggal tersisa 2. Plus 2 ikan komet. Sungguh biadab perlakuan kucing itu. Padahal populasi awal kolam ikanku adalah sebanyak 17 ekor.

Sobat, mungkin ini terlihat tidak terlalu dramatis buatmu. Namun bayangkan sekali lagi, dari 17 ikan yang tersisa tinggal 4 ekor.

Ini berarti kucing laknat itu telah membunuh 76,5% total populasi ikan yang aku pelihara !!!

Jika diumpamakan, Ini sama aja seperti monster raksasa yang datang menyerang Jakarta lalu mencakar dan memakan hidup-hidup 76,5% dari total penduduk Jakarta! Dimana Saudara anda, Sahabat anda, kekasih anda adalah termasuk orang yang dimakan si monster raksasa itu. Rasa sedih tak kan bisa terbendung. bersamaan dengan rasa benci kepada si monster. Ini adalah bentuk lain dari bencana Tsunami di Aceh!

Yang lebih menjijikkan dari seekor kucing jika dibandingkan dengan perumpamaan monster raksasa itu tadi adalah kucing adalah binatang yang mampu membunuh 76,5% populasi dengan bertopengkan ekspresi manja, lucu, dan menggemaskan di wajahnya. Seolah tak berdosa. Sangat berbeda dengan gambaran kita tentang monster raksasa. Monster raksasa pastilah menyeramkan. Monster raksasa masih cukup jujur menunjukkan kekejiannya melalui representasi wajah yang menyeramkan. Tapi kucing? oh sobat, kucing adalah pembunuh berdarah dingin!

Maka sekarang aku sedang memikirkan beberapa skenario untuk memusnahkan pembunuh ikan piaraanku ini:

  1. Menangkap si kucing lalu memasukkan kepalanya ke dalam air kolam selama 1 menit atau lebih sampai ia kehabisan oksigen. Berharap akhirnya ia adalah kucing yang phobia dengan air. Ini terinspirasi dari film2 hollywood.
  2. Menangkap si kucing lalu menggetok-getok kepalanya dengan benda tumpul. Berharap otaknya mengalami gangguan sehingga ia lupa bahwa ia adalah karnivora dan beralih memakan rumput ilalang dan suka bersih-bersih rumah.
  3. Menangkap si kucing lalu membawanya ke psikiater agar dihipnotis. Aku ingin si kucing dihipnotis bahwa ia sebenarnya adalah makhluk kecil hina dan tak berguna hingga akhirnya ia berinisiatif sendiri untuk mengakhiri hidupnya.
  4. Memberikannya susu yang telah dicampur racun serangga agar ia mati seketika! Lalu menjadi serangga (???)
  5. Membuat tulisan di dekat kolam : “”Kucing dilarang masuk!”".  Namun cara ini telah terbukti tidak efektif untuk kucing yang masih buta huruf.
  6. …. (Masih belum dipikirkan)

PENGUMUMAN:

Jika anda memiliki metode yang lebih handal dan terbukti efektif untuk membasmi si kucing. Maka dengan sangat senang hati saya ingin mendengar kabarnya dari Saudara. Bagi setiap saran yang masuk akan mendapatkan sebuah ucapan “terimakasih” yang tulus dan sebuah pahala di Surga. (Emang bunuh kucing gak dosa ya?! He2)

Diterbitkan di:  on Oktober 7, 2008 at 8:51 am Komentar (13)
Tags: ,

Asal Usul Semarang

Beberapa waktu yang lalu, aku bersama salah seorang sahabat, melancong ke kota Semarang. Woow.. buatku ini adalah pengalaman yang menakjubkan, aku belum pernah ke semarang sebelumnya. Namun bukan buat si Agusta, sahabat yang bersamaku ke Semarang, ia merasa biasa-biasa saja waktu ke Semarang. Karena dia memang orang Semarang.. Hehe.. Pantesan biasa-biasa aja.

Tapi yang membuatku menggeliat-geliat penuh semangat di sana adalah karena eksotisme bangunan-bangunan tua zaman Belanda yang ada di Kota Lama. Pikirku, “ Wow.. Kejadian apa aja ya yang udah dilihat oleh bangunan tua ini?”

Nah karena itulah, akhirnya aku penasaran tentang sejarah kota Semarang dan Kota Lama. Berterimakasih pada penemu Internet, karena berkatnya aku mendapatkan pencerahan.

Jadi begini:

Setelah mencari-cari informasi dengan alot di internet, akhirnya aku mendapatkan informasi berharga bahwa ternyata kota Semarang itu ada di Jawa Tengah (Ya iyalah.. He2)

Ok ok… Serius..

Sejarah Semarang

Jadi Kota Semarang yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang… Dulu itu, pas abad 8 SM, kota Semarang adalah sebuah daerah yang bernama Bergota (atau Plagota). Daerah itu dikuasai Kerajaan Mataram Kuno. Jadi ceritanya, dulu itu bentuk daerah Semarang itu gak kayak sekarang. Daerah Semarang yang di sebelah Utara dulunya adalah laut. Awalnya bentuk daerah Semarang seperti gugusan pulau-pulau kecil. Itu katanya si Van Bemmelen …. Jadi dia adalah ahli geologi Belanda yang bilang bahwa garis pantai utara pulau Jawa pada jaman dahulu terletak beberapa kilometer menjorok ke daratan saat ini (mungkin juga dia sok tau.. kayak dia udah hidup aja taon segitu….He2). Bahkan daerah Semarang Bawah itu dulu adalah lautan. Makanya gak heran kalau kita lagi jalan-jalan di daerah Semarang, gampang banget menemukan ikan laut …. kalo lagi di pasar ikan. (Ya iyalah…) Tapi karena ada pengendapan lumpur terus menerus akhirnya daerah-daerah itu jadi daratan.

Pada awal abad 15 daratan Semarang udah sampai ke daerah Sleko saat ini. Pada saat itu pelabuhan Semarang telah menjadi pelabuhan penting, sehingga banyak kapal dagang asing berlabuh di sana. Lalu mulailah orang-orang asing sering maen ke Semarang.

di urutan pertama terdapat Pedagang Cina yang mulai masuk ke Semarang pada abad 15 . (pada abad ini Laksamana Cheng Ho mendarat yang seterusnya dia bikin kelenteng yang jadi Mesjid, yang sekarang disebut Kelenteng Sam Poo Kong (Gedong Batu)).

Menempati di posisi kedua, terdapat Portugis dan Belanda yang masuk ke Semarang pada permulaan abad 16, lalu membayang-bayangi di belakang terdapat Pedagang dari Malaysia, India, Arab dan Persia yang mulai berdatangan pada abad 17. (Kayak balap Formula 1…) Nah di Semarang, para pendatang tersebut mulai membuat pemukiman-pemukiman etnis mereka masing-masing.

Asal kata “Semarang”

Terus bagaimanakah asal muasal istilah “Semarang”? Berdasarkan informasi yang saya kumpulkan dari BIN dan Warung Indomie Si Mamat dekat kampus dulu, terkuaklah kabut hitam yang menyelimuti misteri asal kata “Semarang” itu. Ternyata ada dua versi cerita tentang asal muasal kata “Semarang”. Kedua versi ini sangatlah otentik dan sulit untuk tidak dipercayai kebenarannya. Juga sangat mirip, bagai pinang di belah traktor.

Versi I, pada akhir Abad 15 seorang Pangeran dari kesultanan Demak yang bernama Made Pandan pergi mencari daerah baru untuk nyebarin ajaran Agama Islam. Sampai akhirnya dia ketemu dengan daerah Bergota (cikal Bakal Semarang). Di sana Pangeran Made Pandan dibantu anaknya yang bernama Raden Pandan Arang, lalu mereka mendirikan pesantren. Entah bagaimana, lama kelamaan daerah itu tanahnya menjadi semakin subur, dan dari situ tumbuhlah pohon asam yang arang (jarang) ada di daerah tersebut lalu disebut Asem Arang. Makanya daerah itu kemudian dikenal dengan sebutan Semarang.

Versi II, menyebutkan bahwa dulu terdapatlah dua orang Betawi yang mendatangi daerah itu untuk berdagang dan ingin bertemu dengan sang pengeran dari Demak. Ketika mereka bertemu dengan penduduk setempat, tiba-tiba saja salah satu orang Betawi men-jitak kepala temannya. Tidak ikhlas dijitak, yang dijitak pun nyeletuk ke salah seorang temannya yang bernama Kumarang, ” Asem lu, rang…” dan penduduk setempat pun mengira kalau itu adalah sebutan orang Betawi untuk daerah itu. Sejak saat itu, orang mulai menyebut daerah itu dengan nama ASEMLURANG.. lama kelamaan sebutan itu mengalami peluruhan menjadi Semarang. Konon katanya, Mereka yang telah percaya dengan teori ini sekarang telah banyak mendekam di rumah sakit jiwa. Sisanya berkeliaran di jalan-jalan… Hehe..

Ok, terlepas dari versi mana yang benar, dalam perjalanannya ternyata kesultanan Demak mengalami kemunduran. Dengan demikian diputuskan untuk memindahkan ibukota Demak ke Pajang. Lama kelamaan Pajang semakin berkembang dan menjadi kerajaan dan bahkan ekspansi ke Jawa Timur. Sejarah mencatat, (ceilah, bahasanya…) Sultan Hadiwijaya (raja Pajang) punya masalah keluarga dengan Arya Panangsang dari Kadipaten Jipang Panolan. Singkat cerita, si raja Pajang ini (Sultan Hadiwijaya) akhirnya berhasil mengalahkan Aryo Panangsang atas bantuan 2 tokoh. Salah satu tokoh tersebut adalah Ki Ageng Pemanahan. Sebagai ucapan terima kasih, maka raja Pajang pun mengirimkan bunga papan ke rumah Ki Ageng Pemanahan. Ya gaklah… sebagai balesan maka raja Pajang pun ngasih tanah kepada Ki Ageng Pemanahan yang berlokasi di Hutan Mentaok. Nah, si raja Pajang gak tau kalo ternyata Ki Ageng Pemanahan itu jago banget mengembangkan hutan menjadi desa terus jadi kerajaan yang lama kelamaan makin berkembang terus (mungkin dulu sering maen game Sim City, atau mungkin saja kalo ternyata beliau adalah nenek moyangnya Ciputra?! Ini adalah misteri…).

Pada keturunan berikutnya daerah hutan Meraok ini akhirnya menjadi kerajaan besar yang akhirnya malah justru memberontak kepada Pajang, si induk semangnya. Hmm… Pagar makan tanaman. Akhirnya keturunan Ki Ageng Pemanahan, yaitu Sutawijaya mengangkat dirinya menjadi raja Mataram dan Pajang justru jadi daerah di bawah Mataram (oh, ironisnya… Ini sama aja dengan Suami di ketek Istri-nya). Sutawijaya ini memang orangnya suka perang. Daerah kekuasaannya pun semakin berkembang. Demak, Pasuruan, Kediri, dan Surabaya berturut-turut direbut.

Nah, pada awal 1600-an, Sultan Agung sebagai penerus kerjaan Mataram berhasil membangun Mataram dalam keadaan yang manteeeeb banget. Kekuasaan Mataram pada waktu itu meliputi hampir seluruh Jawa, dari Pasuruan sampai Cirebon. Sementara itu VOC telah menguasai beberapa wilayah seperti di Batavia dan Indonesia Bagian Timur.

Penggantinya Sultan Agung adalah anaknya, Amangkurat I (Btw…lucu juga ya kalo ngasih nama anak pake angka.. tau sih kalo itu cuma sebutan aja. Tapi aku jadi terinspirasi ngasih nama anak dari angka. Misalnya anak cewe, maka namanya Nokia 70, atau kalo cowok namanya HP Laser Jet 3055.. Wooow… kira2 nama panggilan mereka di sekolah apa y? Hehe…).

Kembali ke Amangkurat I, ternyata sifat ke Amangkurat I beda jauh dengan bokapnya, Sultan Agung . Ia sangatlah kejam. Lebih kejam dari ibu tiri maupun ibukota. Akibatnya, muncullah pemberontakan besar-besaran pada tahun 1674 yang didukung para ulama dan bangsawan yang dikenal dengan Perang Trunajaya. Amangkurat I pun setres, lalu ia ke psikiater. Psikiater menyarankan agar ia segera minta bantuan VOC saja untuk bantuin numpas Trunajaya. Tapi belum sempat bunuh Trunajaya dan kerjasama dengan VOC, Amangkurat I udah mati duluan karena sakit (stroke kali ya… He2. Gak dink, ada satu versi yang menyebutkan kalau diduga ia diracun anaknya sendiri, Amangkurat II). Sepeninggalan bokapnya, Amangkurat II pun naek tahta dan melanjutkan kerjasama dengan VOC.

Akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC… Amangkurat II sangatlah senang. Lalu ia berkata, “ Wahai mas VOC… aku sangat berterimakasih atas bantuanmu… (neng nang neng duuung… ada bekgron musik gamelan-nya). Sebagai balasannya aku akan menyerahkan benda pusaka kesayanganku… (neng nang neng duuung..)

Mendengar itu, pihak VOC pun sumringah…

Amangkurat II berkata kembali… “ Aku akan menyerahkan bantal guling kesayanganku…. (neng nang neng duuung..)

Mendengar itu, pihak VOC pun mengernyitkan dahi dengan pandangan “maksud loooo…”

Lalu seorang dayang memberikan bantal guling itu kepada pihak VOC.

Amangkurat II berkata kembali…”Jagalah bantal itu baik-baik… (neng nang neng duuung..) jangan sampai terlepas dari sarung bantalnya. Ia sangatlah suci. Itu sebabnya benda pusaka itu tidak pernah dicuci…”

Mendengar itu, pihak VOC pun muntah-muntah… lalu mencuci tangannya pake antis… Sebab mereka yakin sekali, pasti banyak iler yang sudah mem-fosil di situ.

VOC pun mengingatkan Amangkurat II tentang janjinya untuk memberikan daerah Semarang sebagai kesepakatan telah membantu menumpas Trunajaya. Setelah ingat, akhirnya daerah Semarang diberikan kepada VOC. Yak, Saudara-saudara.. disitulah mulainya penjajahan Belanda di Semarang.

Oleh Belanda, Semarang selanjutnya menjadi basis militer dan pusat perdagangan Belanda. Nah, orang pribumi yang di sana bawaannya sentimen terus sama para Bule Londo (Belanda maksudnya).

Namun penduduk pribumi punya alasan kenapa mereka menjadi sentimen dengan Si Bule Londo. Ini berawal dari anak-anak Pribumi yang selalu saja kalah kalo maen gundu dengan mereka. Apalagi pas lagi acara 17-an anak pribumi seringkali gak kebagian hadiah karena kaki-nya kalah panjang dibandingkan dengan si Bule Londo kalo lagi balap karung dan panjat pinang. Bukan itu saja, para pemuda pribumi juga sedih karena perempuan-perempuan pribumi mulai nglirik-lirik Si bule Londo sambil teriak, “ Hai.. bule….” atau “duh idungnya mancung banget…” atau “Aaaaaa… We love u.. Marry Me…” Gitu.. Tinggallah si pemuda pribumi yang pada umumnya item dan pesek itu mulai berfikir menjadi gay saja. Apakah gay adalah jalan hidupku? Pertanyaan itu terus berkecamuk di dalam pikiran pemuda pribumi. Mereka merasa tidak dicintai. Ahh.. tapi tunggu dulu, daripada jadi gay, lebih baik mati melawan si Bule Londo itu… Akhirnya slogan itu pun cepat sekali menyebar di kalangan pemuda pribumi. “Lebih baik mati melawan Belanda, daripada mati menjadi gay!” nasionalisme mereka pun terbentuk! Pemberontakan kepada Belanda terjadi! Hehehe… gaklah. . paragraf ini cuma improvisasi gw aja.

Intinya gitu, penduduk setempat sering melakukan pemberontakan karena kesemena-menaan Bule Londo. Nah, karena sering timbul konflik dan peperangan dengan rakyat yang ogah Semarang dibawah kekuasaan Belanda, maka kemudian, Belanda membangun benteng di pusat Kota Semarang. Benteng ini berbentuk segi lima dan pertama kali dibangun di sisi barat kota lama Semarang saat ini. Benteng ini hanya memiliki satu gerbang di sisi selatannya dan lima menara pengawas. Masing-masing menara diberi nama: Zeeland, Amsterdam, Utrecht, Raamsdonk dan Bunschoten. Di dalam Benteng ini kemudian berkembang pula sebagai perkampungan Belanda. Lalu kemudian tahun 1731, Pemerintah Belanda memindahkan pemukiman Cina dari daerah Simongan (Gedung Batu) ke daerah baru dekat dengan pemukiman Belanda yang sekarang dikenal dengan nama Pecinan Semarang. Ini karena orang Cina ikut-ikutan membantu Sultan Surakarta melawan Belanda. Nah, kalo udah dekat dengan Pemukiman Belanda kan, gerak-gerik orang Cina di Semarang lebih mudah diawasi. Dulu, terdapat dua pemukiman utama, yaitu Pemukiman Belanda dibawah pemerintahan gubernur Belanda, yang mengurus daerah di dalam Benteng dan penduduknya dan pemukiman pribumi yang berada di luar gerbang benteng. Di dalam Benteng pemukimannya berkembang menjadi satu pemukiman dan kota tersendiri yang emang berfungsi mengatur seluruh kota Semarang, soalnya pusat pemerintahan ada di dalam benteng ini.

Kota Lama Semarang

Lama kelamaan pada Benteng yang dibangun ini, pemukiman Belanda mulai bertumbuh tepatnya di sisi timur benteng Vijfhoek“. Banyak rumah, gereja dan bangunan perkantoran dibangun di pemukiman ini. Pemukiman ini adalah cikal bakal dari kota lama Semarang. Pemukiman ini terkenal dengan nama de Europeeshe Buurt“. Semua bangunannya dibuat dengan arsitekturnya Belanda. Bahkan kali Semarang pun dibentuk mirip Kanal-kanal di Belanda. Coba yang jajah kita dulu orang Perancis, bisa jadi kota romantis deh Indonesia, ada menara Eiffel-nya. He2. Pada masa itu benteng Vifjhoek“ belum menyatu dengan pemukiman Belanda . Sebenarnya Kota Lama Semarang sudah dari tahun 1678 direncanakan untuk menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda. Namun karena pemberontakan sering terjadi, Benteng yang terletak di sisi barat kota lama ini dibongkar dan dibangun benteng baru yang melindungi seluruh Kota Lama Semarang. Kehidupan di dalam Benteng berkembang dengan baik. Mulai banyak bermunculan bangunan-bangunan baru. Pemerintah Kolonial Belanda membangun gereja Kristen baru yang bernama gereja Emmanuel“ yang sekarang terkenal dengan nama Gereja Blenduk“. Pada sebelah utara Benteng dibangun Pusat komando militer untuk menjamin pertahanan dan keamanan di dalam benteng.

Namun pada tahun 1824 gerbang dan menara pengawas benteng ini mulai dirobohkan. Orang Belanda dan orang Eropa lainnya mulai menempati pemukiman di sekitar jalan Bojong (sekarang jalan Pemuda). Pada masa ini kota lama Semarang telah tumbuh menjadi kota kecil yang lengkap.

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia mengambil alih usaha-usaha dagang Belanda, kantor-kantor dan bangunan-bangunan lainnya. Tapi entah kenapa daerah Kota Lama ini jadinya gak berkembang perdagangan dan perekonomiannya. Akhirnya pemilik baru bangunan kuno ini milih meninggalkan bangunannya dan dibiarkan kosong tak terawat. Sekarang Kota Lama Semarang bukan lagi pusat kota, pusat perekonomian dan pusat segala kegiatan, namun udah pindah ke tempat lain. Jadinya, Kota Lama sekarang jadi sepi dan cuma beberapa bangunan aja yang masih berfungsi.

Jadi begitulah ceritanya… Inilah enaknya kalo bukan Ahli Sejarah, kita bisa menulis apa aja yang kita mau tentang sejarah tanpa takut salah. Jadi kalo ada orang yang protes kalo ceritanya gak gitu… Maka dengan entengnya dapat dijawab dengan kalimat, “ Kan gw bukan ahli sejarah…” Hehe…

O iya…. cerita di atas sumbernya diambil dari Wikipedia, Tulisannya Pak L.M.F. Purwanto (staff pengajar di Unika Sugiyapranoto, Semarang), dan sumber lain yang aku lupa namanya.. Hehe…

Diterbitkan di:  on September 22, 2008 at 11:52 am Komentar (12)
Tags: , , ,

Refleksi Diri

Lembaran-lembaran hatiku baru saja berguguran dan berakhir di dalam mesin penghancur kertas. Ia tercabik-cabik menjadi serpihan-serpihan kecil yang berhamburan ke sana kemari.

Itu terjadi kemarin. Saat itu, aku sedang bermalas-malasan di depan layar monitor komputer yang telah disulap menjadi televisi. Terpampanglah sebuah program yang berjudul “Tunas Bangsaku”. Di sana aku menyaksikan manusia-manusia muda yang telah menorehkan prestasi dalam hidupnya. Peneliti muda, Ahli hukum muda, dan sebagainya….

Seketika khayalku membimbing memori pergi ke masa lalu untuk mengingat kembali teman-temanku. Heuh, kebanyakan dari mereka telah berhasil, kesimpulanku. Setidaknya mereka tahu apa kelebihan mereka dan mengasahnya.

Lalu dengan kejamnya aku dihempaskan ke masa kini, berkaca ke diri sendiri. Terhenyaklah aku pada kenyataaan bahwa aku belum mencapai apa-apa. Aku bahkan belum bertemu dengan kelebihanku. Ini sangat menyiksa. Seolah-olah lukisan diriku telah dicabik-cabik oleh mesin penghancur kertas itu. Aku tidak mengenalku. Aku merasa tersia-siakan. Kapankah waktu itu datang? Waktu dimana aku bisa memenuhi salah satu unsur Teori Kebutuhan-nya Abraham Maslow: Aktualisasi Diri….

Lalu teringatlah aku pada sebuah puisi karya Taufik Ismail, beginilah katanya:

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

—-

Ah, setidaknya kini aku tahu…

Aku tak perlu menjadi beringin maupun jalan raya…

Cukuplah kiranya menjadi rumput maupun jalan setapak, asal itu adalah sebenar-benarnya diriku.

Indahnya ketika kita berdamai dengan diri sendiri…

Diterbitkan di:  on Juli 7, 2008 at 11:16 am Tinggalkan sebuah Komentar
Tags: , ,

Petite Histoire dengan Anny Ratnawati (Mantan Kepala BPPK)

Tentu saja yang akan disampaikan di sini adalah tentang Ibu Anny Ratnawati, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, bos dari tempat di mana aku bekerja. Jika tidak familiar dengan istilah Kepala BPPK maka aku akan sedikit memberikan pencerahan. Kepala BPPK adalah Pejabat Eselon I yang kedudukannya sejajar dengan Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai dan dirjen-dirjen lainnya yang intinya bertanggung jawab secara langsung kepada Menteri Keuangan.

Namun kisah yang terbentang di sini bukanlah analisis dari kebijakan-kebijakannya, bukan pula tentang latar belakang beliau. Kisah di sini hanyalah berupa Petite Histoire yang aku alami bersama dengan beliau. “Petite Histoire” atau “sejarah kecil” tidaklah bersifat wah. Ia mungkin tidak bisa disejajarkan dengan hasil karya jurnalistik tentang Kebijakan Departemen Keuangan atau Reformasi Birokrasi yang sedang bergulir saat ini.

Kisah ini bermula dari kerinduan hampir seluruh pegawai BPPK tentang kehadiran Kepala BPPK yang baru, yang sebelumnya dijabat oleh Bapak Noor Fuad. Pensiunnya Bapak Noor Fuad langsung digantikan dengan Bapak I Made Gde Erata sebagai Pengganti Sementara. Namun status Pengganti Sementara ini sangatlah meresahkan. Akibat status itu banyak kebijakan-kebijakan yang sifatnya mendesak terhambat diselesaikan karena terbatasnya kewenangan Pengganti Sementara. Itulah sebabnya para pegawai merindukan hadirnya Kepala BPPK yang baru, yang definitif.

Akhirnya saat itu tiba juga. ” Kepala Badan kita perempuan! Namanya Bu Anny” Seseorang bercerita padaku. Oh no.. Mengapa perempuan? bathinku saat itu. Berbagai praduga bergelayut di setiap sel-sel otakku.

Acara penyambutan pun segera disiapkan sekaligus perpisahan dengan Bapak I Made Gde Erata. Panitia dadakan segera dibentuk untuk acara itu. Salah satu di dalamnya adalah aku. Pikiranku sudah dipenuhi kepanikan tentang acara ini. Ini harus sempurna. Kepanikan ini semakin bertambah dengan paniknya Kepala bagian-ku.

Acara pun dimulai, Sekretaris Badan menyampaikan sambutan. Nada bicara dan posisi tubuhnya begitu tertata. Senyum sesekali terlihat. Nilai-nilai agama pun tak lupa diselipkan dalam sambutannya. Sangat birokratis, ciri khas pejabat pemerintahan. Ini jelas sekali berbeda dengan pembawaan Ibu Anny yang selalu menyebar senyum kemana-mana. Mulai duduk sampai memberikan sambutan, ia terus tersenyum. Seolah-olah baru saja mendapatkan undian ratusan juta rupiah. Ketika ia berbicara, hilanglah seluruh kekakuan di ruangan itu. Bahasa yang digunakannya sangatlah membumi. Tak jarang terdengar kata ’dong’, ’sih’, dalam sambutannya sambil diiringi dengan senyum yang terpatri di bibirnya. Ruangan mencair, para hadirin tidak sungkan lagi tertawa terbahak-bahak, dan bahkan menimpali. Hal yang menurutku jarang sekali terjadi ketika pejabat memberikan sambutan.

Dalam rapat pun Bu Anny tak jauh berbeda. Suatu kali aku harus menyiapkan rapat yang akan dihadiri oleh Para Pejabat termasuk Ibu Anny. Biasanya, apabila rapat akan dipimpin oleh Kepala Badan, maka seluruh otot tubuhku mengencang seperti ditarik-tarik. Kedua alisku selalu bertemu. Senyumku adalah makhluk langka pada saat-saat seperti ini. Wajar saja, apabila ada sesuatu yang tidak beres dalam rapat itu maka telunjuk tangan pejabat akan menunjuk kepada Kepala Bagianku yang pada akhirnya telunjuk Kepala bagianku akan mengarah kepadaku. Namun ketika Kepala Badan itu adalah Ibu Anny, maka seluruh ototku seperti mengendur, suasana sangat rileks, padahal masalah yang dibahas cukup berat.

Suasana rileks malah makin terasa ketika rapat tersebut adalah rapat intern. Kali ini, rapat adalah tentang penetapan kelulusan tes psikologi bagi para calon Widyaiswara. Di dalam ruang rapat Kepala Badan itu, akulah satu-satunya kaum sudra, sisanya adalah para Ksatria dan Brahmana yaitu para Pejabat Eselon II, Kabag-ku, Kasubbag-ku, dan 2 orang Pejabat Eselon IV lainnya. Di ruangan itu, Ibu Anny bukan saja tersenyum namun sesekali ia tertawa terbahak-bahak menanggapi cerita bawahannya. Pada kesempatan itu bahkan Ibu Anny meminta Bapak Chaizi (Kapusdiklat Perpajakan) menceritakan salah satu cerita lucunya. Bapak Chaizi, yang memang terkenal lucu, berpikir sejenak lalu memulai ceritanya. Semua orang diam mendengarkan. ” Jadi begini…” Pak Chaizi memulai cerita.

”Ada seorang pemuda yang mau pulang ke Surabaya naik kereta malam. Pas masuk ke dalam kereta, pemuda ini kaget karena yang duduk di sebelahnya adalah seorang wanita yang cantik sekali. Tapi wanita itu suster gereja. Pemuda ini menjadi serba salah, pengen ngapa-ngapain wanita ini, tapi suster. Akhirnya dia gak tahan lagi, pas suster lagi tidur pelan-pelan dia mulai meraba paha suster ini. Seketika si suster sadar dan berujar, ’ Matius 26 ayat 1!’ Pemuda itu kaget. Karena malu dia pun langsung turun di stasiun terdekat. Ternyata dia turun di Semarang, di sana ia ketemu salah satu temannya yang Kristen. Pemuda ini pun langsung minjem Bibel temennya ini. Dia penasaran, pengen tahu sebenarnya apa Matius 26 ayat 1 itu. Ternyata setelah ketemu isinya adalah ’Teruskan, jalanmu sudah benar..”

Seluruh ruangan seketika dipenuhi oleh tawa yang menggelegar. Tak ketinggalan Ibu Anny juga tertawa terbahak-bahak sambil menutup mukanya dengan secarik kertas. Seperti pada umumnya wanita apabila tertawa. Bahunya bergoyang-goyang. Sangat pribumi.

Tentu saja aku menyadari bahwa banyak orang yang bahasa tubuhnya sudah terlatih untuk memberikan kelemahlembutan kepada khalayak ramai. Dengan demikian ia akan mendapatkan kesan ramah dari orang banyak. Hal yang umum dilakukan olah para pemimpin terutama politisi. Namun menurutku, beliau berada di luar lingkaran itu. Suatu kali ketika aku berjalan pulang dari kantor, aku berpapasan dengan mobil CRV hitam. Dari dalamnya sesosok wanita melambaikan tangan sambil tersenyum kepadaku. Aku yakin lambaian itu adalah untukku karena akulah satu-satunya orang di situ. Karena kejadian itu begitu cepat, aku pun tak sempat merespons terhadap lambaian dan senyuman itu. Setelah jauh aku pun berbalik ke belakang melihat siapakah orang itu. Ia adalah Anny Ratnawati.

Begitulah, terlepas dari ada orang yang mendukung dan menolak kebijakannya, aku tidak bisa berkomentar. Terlalu lancang kalau aku menganalisis kebijakan-kebijakannya karena kapasitasku bukanlah di sana. Yang aku tahu, beliau adalah sosok yang sangat humanis. Berbahagialah pemimpin yang humanis. Berdasarkan pengamatanku, sosok humanis sangatlah gampang menarik simpati dari orang lain. Setidaknya begitulah yang aku lihat dari pengalaman dua orang Pejabat Eselon II BPPK yang baru saja non job. Kedua-duanya telah melakukan kesalahan. Namun entah mengapa, banyak orang yang lebih prihatin dengan salah satu pejabat eselon II dibandingkan dengan pejabat yang satunya lagi. Padahal mereka sama-sama telah berbuat salah. Jika boleh berkomentar, menurutku karena dulu, ketika kedua-duanya masih menjabat, Pejabat Eselon II yang satu lebih humanis dibandingkan yang satunya lagi.

Setujulah kita pada satu hal bahwa apa yang baru saja aku paparkan tidaklah memiliki faedah layaknya ketika meminum viagra atau pergi ke Mak Erot. Ia tidak berefek dasyat maupun besar. Namun aku rasa, begitulah Petite Histoire, ia tidak penting. Hanya membantu untuk merekonstruksi sejarah yang lebih besar.

Diterbitkan di:  on Juli 1, 2008 at 4:52 am Komentar (11)
Tags: , ,

Kebetulan yang Mencengangkan

Aku baru saja mendapatkan e-mail yang berisi tentang berbagai kebetulan yang unik.
Ternyata di dunia ini, memang benar-benar ada kebetulan-kebetulan yang menakjubkan. Atau jangan-jangan ini bukan kebetulan.

Kutukan Mobil James Dean
Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial.
Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.
Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas dimobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean.
Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.
Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja.
Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko.
Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.

Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.
Di Detroit tahun 1930an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar2nya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Sangat beruntung yah, tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan dibawahnya, dan lagi keduanya selamat.
(Source: Mysteries of the Unexplained)

Peluru yang Sampai ke Target Setelah Bertahun-tahun.
Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki2 pacarnya sangat marah kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri. Kenyataanya Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika.
(Source: Ripley’s Believe It or Not!)

Pria Kembar, yang Hidupnya Kembar.
Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih mencengangkan dari yang satu ini. Cerita dari saudara kembar yang berasal dari Ohio , yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak mengenal satu sama lain, kedua keluarga menamai mereka dengan nama yang sama, James. Inilah awal dari kebetulan2 itu, Kedua James tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, namun keduanya menjalani pelatihan pelaksana-hukum, tertarik pada mechanical drawing dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda. Keduanya memiliki anak laki2 yang diberi nama James Alan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. 40 tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang kembar.
(Source: Reader’s Digest, January 1980)

Persis seperti bukunya Edgar Allan Poe.
Pada abad ke 19, penulis cerita horor terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul ‘The narrative of Arthur Gordon Pym’. Ceritanya mengenai 4 survivors dari
kecelakaan kapal yang terdampar berhari2 ditengah laut sebelum memutuskan untuk membunuh dan memakan awak kabin bernama Richard Parker. Bertahun-tahun setelah itu,Tahun 1884, kapal layar Mignonette, tenggelam, dengan hanya 4 orang selamat, dan berhari-hari terdampar, akhirnya 3 senior dari kru memutuskan membunuh dan memakan awak kabinnya. Nama awak kabin itu adalah Richard Parker.

Novel yang Memprediksi Takdir Titanic, dan Kapal Lain yang Hampir Mengikuti
Morgan Robertson, tahun 1898, menulis “Futility”. Menggambarkan maiden voyage(pelayaran perdana) dari kapal mewah untuk melintasi samudra Pasifik yang bernama Titan. Meskipun banyak yang sesumbar kapal ini tidak bisa tenggelam, kapal ini menabrak lapisan es dan tenggelam dengan memakan banyak korban. Tahun 1912, Titanic, transatlantic luxury liner, mengalami peristiwa persis seperti yang digambarkan novel. Kalau di novel , bulan kecelakaan adalah April, peristiwa tenggelamnya Titanic
juga April. Kalau di novel penumpangnya ada 3000 orang, dalam realita sebanyak 2.207. Dalam novel ada 24 lifeboat, kenyataannya 20. Sebulan setelah Titanic tenggelam, kapal
liar bepergian melintasi Atlantik yang berkabut dengan seorang anak muda yang mengendalikan. Saat dia ingat kembali mengenai Titanic , dan mengingat bahwa nama
kapalnya sendiri adalah Titanian, dia mulai merinding dan menghentikan kapal. Saat itulah bongkah es besar menghantam di depan jalur yang mereka lewati. Titanian selamat.

Twin Brothers, Terbunuh di Jalan yang Sama, Selisih 2 jam
Tahun 2002, Saudara kembar berusia 70an, tewas dengan selisih jam satu dengan lainnya pada kecelakaan yang berlainan di jalan yang sama di Finlandia selatan. Yang pertama tewas ketika ditabrak lori saat mengendarai sepedanya di Raahe, jarak 600 km ke selatan dari ibukota, Helsinki . Hanya berjarak 1,5 km dari kejadian dimana saudaranya tewas. “Ini adalah kebetulan yang bersejarah, meskipun jalannya terkenal sibuk, tapi kecelakaan jarang terjadi disini” police officer Marja-Leena Huhtala mengatakan pada Reuters. Ini membuat bulu kuduk berdiri waktu tahu keduanya adalah saudara.
(Source: BBC News)

Dua Bersaudara Terbunuh Supir Taxi yang Sama, Rentang Setahun.
Tahun 1975, saat menyetir moped di Bermuda, seorang pria tiba-tiba ditubruk taxi dan tewas seketika. Satu tahun kemudia, saudara laki2 pria ini mengalami hal yang sama persis. Faktanya, dia mengendarai moped yang sama. Dan lebih aneh lagi, dia ditubruk taxi yang sama dan disetir oleh supir yang sama, mau yang lebih aneh lagi? Taxi ini mengangkut penumpang yang sama! (Source: Phenomena: A Book of Wonders, John Michell and Robert J. M. Rickard)

King Umberto I’ double
Di Monza, Italia, King Umberto I, pergi ke suatu restoran untuk makan malam, ditemani oleh aide-de-camp (perwira pembantu), jendral Emilio Ponzia- Vaglia. Saat pemilik membaca pesanan King Umberto, Raja mulai menyadari kalau dia dan pemilik restoran adalah virtual doubles, baik dalam hal wajah maupun postur. Kedua pria ini mulai berdiskusi mengenai kemiripan keduanya dan menemukan bahwa :
Kedua pria ini lahir di hari yang sama dan tahun yg sama, (March 14th, 1844).
Kedua pria ini lahir di kota yang sama.
Kedua pria ini menikahi wanita dengan nama yang sama, Margherita.
Restauranteur membuka restorannya pada hari yang sama saat King Umberto dinobatkan sebagai raja Itali.
Pada 29 July 1900, King Umberto diinformasikan bahwa pengusaha restoran itu telah meninggal hari itu karena penembakan misterius, saat dia mengungkapkan rasa penyesalannya, dia terbunuh oleh anarkis yang ada dalam kerumunan.

Mark Twain dan Komet Halley
Mark Twain lahir saat penampakan komet Halley tahun 1835, dan meninggal di penampakan komet Halley berikutnya 1910. Dia sendiri memprediksinya tahun 1909 saat dia berkata “Aku datang dengan komet Halley tahun 1835. Tahun depan komet ini datang lagi, dan aku berharap bisa pergi dengannya”

Hari ke 21, Hari Sial bagi King Louis XVI
Saat raja Prancis King Louis XVI masih kecil, dia diperingatkan oleh seorang astrolog untuk selalu dalam penjagaan pada hari ke 21 setiap bulan. Louis dibuat takut oleh peringatan ini dan tidak pernah melakukan urusan pada hari ke 21. Sayangnya Louis tidak selalu dalam penjagaan. Pada tanggal 21 juni 1791, mengikuti revolusi Prancis, Louis dan ratunya di tahan di Varennes. 21 September 1791, Prancis menghapus institution of Royalty dan memproklamirkan diri sebagai republik. Akhirnya 21 januari 1793, King Louis XVI di eksekusi dengan guillotine.