Namaku Rido

Aku sepenuhnya sadar bahwa namaku tidaklah umum susunan hurufnya. Jika orang pada umumnya bernama “Ridho” maka aku bukan. Bukan pula Rhido. Namaku adalah “Rido”. Tidak pakai h. Dan aku pun sepenuhnya sadar bahwa tentunya dulu kedua orang tuaku bermaksud baik untuk memberikan nama “Ridho” kepadaku, yang maksudnya Rahmat, Berkat, dan sejenisnya. Tapi tentunya kita tahu bahwa terkadang ketika bahasa lisan ingin dikonversikan ke dalam bahasa tulisan, distorsi dapat terjadi. Namun begitu, pengkonversian ini haruslah terjadi. Demi tertib administrasi dan tuntutan pengakuan bahwa pernah tercipta di dunia katanya. Salah satu korban distorsi itu adalah aku. Itulah asal muasal, biang kerok, hilangnya “h” dari namaku.

Jadi namaku Rido. Bukan Ridho. Meskipun nama itu adalah salah satu wujud nyata dari ketidaksempurnaan manusia, human error, atau apa pun namanya, namun aku bangga sekali dengan nama “rido tanpa h” itu. Aku menjadi tidak sama dengan orang yang bernama “ridho”. Aku menjadi unik. Ketika aku melihat komposisi huruf yang diracik dengan sempurna pada urutan yang menggemaskan, “r” ,“i”, “d”, “o” maka hatiku tiba-tiba mengembang. Bahkan aku senang sekali ketika seseorang menuliskan namaku “Rido” tanpa h meskipun ia baru saja mengenalku. Ketika empat huruf itu tertera dimana pun, aku merasa itu mengarah padaku.

Ternyata aku benar-benar bangga dengan namaku itu. Sejak aku SMP, aku selalu menuliskan huruf “R”, inisial dari namaku, dimana-mana. Di dinding, kertas burem, buku catatan, buku cetak, meja, papan tulis, tanah, dan yang paling ekstrim adalah ketika aku naik gunung di kawahnya aku menyusun batu-batu besar sehingga membentuk huruf R raksasa (paling tidak itulah rencana awalku, sampai akhirnya aku tergoda untuk meneruskannya dengan menyusun huruf I, D, dan O secara berurutan di belakang si huruf “R”). Dulu aku punya sebuah buku agenda yang di dalamnya banyak sekali gambar huruf “R” dalam berbagai pose dan karakter, lalu di bawah gambar itu aku membubuhi keterangan: “R lagi senang”, “R lagi santai”, “R lagi mesum”, “R dikejar deadline”, “R penuh cinta” dan R R lainnya…

Hahaha.. Aku tahu… Jangan-jangan akulah yang disebut-sebut sebagai penyembah berhala itu. Karena aku telah mengagung-agungkan huruf R secara berlebih-lebihan, melebihi akal sehat. Tentu saja itu beralasan. Bukankah ada banyak orang di luar sana yang tidak bisa menyebutkan huruf “R” dengan benar?!, Tanya saja orang Cina! Jadi, tak terbantahkan lagi, R adalah huruf yang sangat spesial dan sekaligus sakral.

Jadi begitulah.. Namaku Rido. Gak pake h.
Institusi resmi sering mengenalku sebagai “Rido Panjaitan”.
Kolega yang sirik menyebutku “Rido Item”.
“Muslim tidak taat”, yang kebetulan menjelma sebagai sahabatku, menyebutku “Rido Kafir”(cuma karena aku bukan Islam).
Orang-orang jujur sering menyebutku “Rido The Great”.
daaaan…
Kaum Hawa yang rupawan sekaligus menawan sering menyebutku “Rido Sayang”.
:)

Komentar
  1. rerere mengatakan:

    hmmm

    ini bang rido panjaitan yang sutradara merangkap scriptwriter sekaligus editornya “bagai anak panah di tangan pahlawan” itu bukan

  2. Rido Panjaitan mengatakan:

    “hmmm

    ini bang rido panjaitan yang sutradara merangkap scriptwriter sekaligus editornya “bagai anak panah di tangan pahlawan” itu bukan”

    Bukan…
    Ini rido alumni PMK STAN yang skrg jd PNS, re… :)

  3. Poppy mengatakan:

    comment apa ya..??
    ayo jangan berhenti menulis ya..ceritanya yang romantis2 dounk hehhehehe..bacanya kan jadi gimana gitu…hehehe..
    semoga yayank nya bisa jadi sumber inspirasi yach…

  4. Riris Panjaitan mengatakan:

    hohoho……….
    bng……….
    koG ngak PrnH NeLp laGe…….
    mamae RnDU X loE MA abNG……….
    CmANA di kOrea???????
    baEk nyoe?????????

  5. dustysneakers mengatakan:

    Rido-yang-pernah-disuruh-beli-rokok-ama-Arip, kau kami link ke Dusty Sneakers. Ayo tulis lagi yang banyak supaya makin seru untuk pengunjung baru!

  6. natty mengatakan:

    kalo gitu aku panggil ‘Rido sayang’ aja deh biar tergolong kaum hawa yang rupawan sekaligus menawan :D

  7. offira tampubolon mengatakan:

    kayanya gw tau bagian “di kawah gunung dan menyusun batu menjadi inisial” itu deh..am i RIGHT?

  8. jimi napitupulu mengatakan:

    hallo tulang,. . . :D

  9. sanggam hutagalung mengatakan:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo.

  10. rendi panagaman mengatakan:

    q ingin marga ku (sirait) di muvulkan di geogle com

  11. sentauri panjaitan mengatakan:

    hai bang Rido……….
    ni senta boru panjaitan.
    salam kenal ya bang!!
    :-)
    keren2 bgt tulisan abg………..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s