(WSK)The Magical Beauty of Hanbok


There are many things that may represent Korea. One among them is the Korean traditional dress “hanbok.”

Although nowadays few people wear hanbok except on national holidays like New Year’s Day, the beauty and elegance of the garment is always amazing.


Stitch by stitch, making a beautiful hanbok takes great craftsmanship, effort, and passion. It depends on how you choose the right combination of colors among infinite possibilities; how you cut, fold, stitch up patches of cloth together; how you sew patterns onto it, etc.

Hanbok has some magical quality about its color and texture that even the modern digital technology can’t really simulate on the screen.


Patterns of flowers and butterflies sewn into the cloth radiate the artist’s craftsmanship and subtlety. Wearing hanbok, you can just feel the artist’s heart oozing out of it. There are no fixed set of rules or formula to follow in making hanbok. How the garment is rendered is solely at the discretion of the hanbok-maker.


Hanbok takes into account the wearer’s body shape, comfort, and beauty, all at the same time. It is one of Korea’s greatest assets containing its people’s indelible, age-long wisdom.

Despite the garment’s much fallen popularity among people nowadays, the passion and perseverance of hanbok artists endures.

Hats off to the hanbok makers – protectors of one of the most precious Korean assets.

Budaya dan Sudut Pandang: Bedanya Orang Timur & Barat (2)

Di tulisan sebelumnya aku sudah mengajakmu ikut kuis sederhana tentang bedanya orang Barat & Timur. Dari situ ketauan 3 hal:

1. Dalam menggolongkan sesuatu:

Orang timur: melihat Hubungan antara objek

Orang barat: melihat kategori mendasar dari objek

2. Dalam melihat sesuatu:

Orang timur: Melihat secara Komprehensif

Orang barat: Melihat kesamaan Parsial/detail

3. Dalam menilai sesuatu:

Orang timur: Melihat dari Substansi-nya

Orang barat : Melihat dari  objek akhirnya

Nah, selain 3 hal di atas, ada lagi perbedaan timur dan barat, yaitu:

4. Dalam menjelaskan fenomena tertentu dan memprediksi:

Orang Barat: Lebih melihat karakter dari objek tertentu.

Orang Timur : Lebih melihat hubungan antara karakter objek dikaitkan dengan lingkungannya.

Contoh:

Jika orang barat diminta menjelaskan suatu kejadian pembunuhan atau memprediksi suatu hasil olahraga, maka mereka cenderung mengaitkannya dengan karakter, kemampuan, dan sifat internal dari si individu. Jadi seseorang membunuh karena ia memiliki sifat pendendam, dll. Tim “X” bakal menang dalam pertandingan karena kemampuan Tim X lebih mumpuni dari tim lainnya.

Sedangkan Orang  Timur lebih mengaitkan dengan konteksnya yang berkaitan dengan faktor eksternal di luar si individu, misalnya faktor sejarah. Jadi ia membunuh karena mungkin situasi saat itu membuat ia jadi membunuh, atau dari kecil ia sudah diperkenalkan dengan kekerasan. Tim “X” bakal menang karena dilihat dari pengalaman masa lampau mereka cenderung menang jika bertanding di kandang sendiri.

5. Dalam Membedakan Objek dengan Lingkungan Sekelilingnya

Orang Timur: Kesusahan membedakan antara objek tertentu dengan lingkungannya sekelilingnya. Ini berkaitan dengan sifat orang timur yang melihat sesuatu secara komprehensif, akibatnya orang asia kesulitan membedakan antara objek utama dengan lingkungan sekelilingnya.

Orang Barat: Lebih gampang membedakan antara objek dengan lingkungannya. Karena mereka melihat sesuatu secara parsial (detail).

6. Dalam mendidik

Orang Timur: Kalo Orang tua mendidik anaknya atau guru mendidik muridnya, isinya lebih banyak kata kerja. contoh: “Ani, duduk!”, “Budi, tidur siang!!”, “Jangan nangis!!”, “Ayo dicatat!”

Orang Barat: isinya lebih banyak norma-norma. contoh: “Jasmine, ini apa?”, “Itu kamu lagi ngapain?”, “Menurut kamu gimana?”

Lihatlah video ini, tentang bagaimana perbedaan ibu di timur dan barat ketika menemani anaknya bermain.

7. Dalam kemandirian

Orang Timur: lebih tergantung ke orang lain.

Orang Barat: lebih mandiri. Sejak dari kecil orang barat dididik untuk mandiri mulai dari tidur sendiri dan melakukan segala sesuatu sendiri.

Nah, pengaruhnya  perbedaan sudut pandang itu apa?

Sebenarnya ada banyak yang bisa ditarik dari perbedaan-perbedaan itu. Tapi 5 sajalah dulu ya:

1. Orang Asia dalam bertindak itu sepertinya (lebih/terlalu) berhati-hati. (Terlalu) banyak yang harus dipertimbangkan. (Terlalu) memikirkan dampak-dampaknya. Misalnya: Danu cinta Siti. Ia ingin menikah. Tapi tak segampang itu, Siti harus melihat dulu latar belakang keluarga si Danu. Dari keluarga baik2 gak?! taat beragama kah?! punya sejarah kawin cerai di keluarganya mungkin? dll. Belum lagi orang tua dari kedua belah pihak harus dilibatkan dalam menilai si calon menantu. Lalu orang tuanya melihat bibit, bebet, bobot.  Di tambah lagi hubugan Danu dan Siti itu harus dikaitkan dengan aturan-aturan adat dan norma-norma yang harus dipatuhi. Daftarnya panjang. Cinta saja tak cukup.

Mungkin inilah dampak orang asia yang melihat sesuatu secara” keseluruhan”. Namun sebaliknya “melihat secara keseluruhan” ini juga yang membuat orang asia tak gampang “salah menilai” tentang orang lain.

2. Sepertinya orang asia lebih menilai orang lain dari kualitasnya. contoh: orang pinter itu lebih dianggap keren di asia tapi dianggap aneh, membosankan di barat. Orang ganteng/cantik itu lebih dikagumi di barat dibandingkan di Asia (seorang gadis blonde itu tetap jadi idola dan dikagum-kagumi meskipun tak terlalu pintar. Hmm.. Paris hilton bisa jadi contoh gak ya..). Sedangkan di Asia kegantengan/kecantikan itu setidaknya masih harus diimbangi dengan kualitasnya (kira-kira banyakan idolanya Cinta Laura atau Sherina ya?).

3. Orang asia cenderung lebih loyal (gampang diarahkan/di-perintah2) dan kurang mampu mengekspresikan perasaannya. Hmm.. mungkin itu juga sebabnya LSM dan demonstrasi itu lebih menjadi budaya barat daripada Timur. Mungkin inilah efek dari dari kecil udah “disuruh2” atau “diperintah”. Akibatnya, orang asia lebih banyak bermental “baik, pak.. laksanakan!” dan kurang bebas berekspresi. Kalau di sekolah lebih banyak mencatat daripada berpendapat. Sedangkan orang Barat dari kecil sudah diberi kebebasan untuk menentukan sendiri maunya apa, pendapatnya bagaimana, alasannya apa. Tapi efek dari loyalitas itu, orang asia sepertinya lebih tahan banting dalam bekerja tanpa perlu banyak bertanya “kenapa aku harus melakukan ini?”.

4. Orang asia sulit hidup sendiri. Buat orang asia, keluarga, tetangga, teman itu tak terpisahkan dari kehidupannya. Segala tindakan yang diambil sebisa mungkin menyenangkan semua pihak. Buat orang barat, hidup mandiri di suatu tempat tak jadi masalah.

5. Orang asia lebih cenderung minta dilayani daripada orang barat. Dampak lain dari ketergantungan/kemandirian ya begini. Jika orang asia punya duit walaupun pas-pasan sebisa mungkin ia memiliki orang lain untuk melayaninya. Misalnya di asia adalah lazim punya pembantu rumah tangga penuh waktu dalam urusan menyuci, memasak, menjaga anak, dan hampir semua urusan lainnya walaupun itu keluarga kecil dan berpenghasilan menengah. Sedangkan orang barat cenderung melakukan sendiri. Jika kondisi terdesak baru mereka menggunakan pembantu, itu pun untuk urusan tertentu saja (babysitter atau menata taman sebulan sekali), kecuali kalau mereka adalah keluarga yang sangatlah makmur.

Kesimpulan

Jadi begitu.. memang benar orang Timur dan Barat itu berbeda dari sisi budaya dan sudut pandangnya. Tapi di akhir kelas, professorku pun mengambar sebuah lingkaran.



Jadi menurut si professor, faktor budaya dan sudut pandang itu tak berpengaruh banyak terhadap pribadi seseorang. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti perbedaan jenis kelamin, perbedaan generasi, dan justru porsi terbesar adalah kepribadian individu itu sendiri. dan kepribadian individu itu dapat dibagi lagi dalam faktor: inteligensi, kepribadian (9 tipe enneagram atau 4 tipe kepribadian), kematangan emosi, dll.

Pesan moralnya mungkin begini, penelitian ilmiah ini hanya ingin menjelaskan mengapa orang timur dan barat berbeda dalam menanggapi situasi yang sama. Tapi tak serta merta pula lalu kita mengecap sesorang itu berdasarkan budaya seseorang karena ternyata yang paling berpengaruh itu adalah kepribadian tiap individu itu sendiri. Jadi tak usahlah takut berteman dengan siapa saja, dari suku mana saja dan bangsa mana saja.

Mungkin begitulah maksudnya..

Budaya & Sudut Pandang: Bedanya Orang Timur & Barat

Teman-temanku di kampus itu campur-campur orangnya. Ada orang timur, barat, dan afrika juga ada. Nah, ada aja dalam suatu saat-saat tertentu terkadang aku sering bertanya sendiri ketika melihat orang dari belahan dunia lain merespons terhadap sesuatu. Aku sering bertanya “kok bisa ya mereka mikir/bertindak begitu? Gak masuk akal!!”

Lalu dengan piciknya aku mengambil posisi Tuhan dan mengelompokkan mereka ke dalam golongan tertentu. Ooo… kalo orang Afrika itu pasti orangnya “begini”, orang Barat itu “begitu”.. Orang Asia itu “begini”. Samalah kira-kira kayak di Indonesia. Kalo orang Padang itu pelit, padahal aku punya temen dekat suku Padang yang murah hatinya minta ampun (namanya si Jeni Wardin). Kalo orang Jawa itu ngomongnya lembut tapi di belakang nusuk, padahal aku punya temen dekat juga yang suku Jawa (Jawa Tengah loh) yang ngomongnya suka kasar tapi kalo masalah setia kawan dan diajak sama-sama susah, dia tak bisa diimbangi (namanya Agusta Rizar Binadja).  Kalau tak percaya, cobalah cari dan bertemen dengan si Jeni dan Agusta itu, nanti kalian tau sendiri. Sampai sekarang mereka masih hidup.

Mengerti kan maksud aku. Jadi aku di sini mulai mengelompokkan orang-orang dengan sifat2 buruk tertentu. Terutama antara orang Barat dan Timur. Karena menurutku, entah kenapa antara yang dua ini benar-benar berbeda.

Nah beruntung juga, salah seorang professor menjelaskan bedanya orang barat & timur secara ilmiah. Di kelas, ia membuat eksperimen kecil. Dibaginya kami dalam 3 kelompok: Asia, Barat, Afrika. Setiap kelompok disuguhi beberapa gambar dan diminta memilih jawaban.

Daripada bingung, coba jawab kuis sederhana di bawah ini.

1. Coba kelompokkan Monyet satu ini. Cocoknya ke “Pisang” atau ke “Panda”?

kemanakah monyet ini lebih cocok dikelompokkan?
kemanakah monyet ini lebih cocok dikelompokkan?

2. Coba kelompokkan setangkai bunga di tengah. cocoknya ke “Group A” atau Group B”?

Bunga yang ditengah lebih cocok ke Group 1 atau Group 2?
Bunga yang ditengah lebih cocok ke Group A atau Group B?

3. Nah satu lagi, coba kelompokkan silinder kayu yang ditengah. Cocoknya dikelompokkan ke silinder plastik (warna biru) atau balok kayu (warna cokelat)?

Kemanakah silinder kayu dikelompokkan?
Kemanakah silinder kayu dikelompokkan?

Sudah?

Nah, jika jawabannya: (1) Pisang (2) Group A (3) Balok Kayu , maka engkau sangatlah Asia, karena kebanyakan orang Asia ya jawabnya begitu.

Nah, jika jawabannya: (1) Panda (2) Group B (3) Silinder Plastik , berarti engkau sangat Barat. Lah tapi sampeyan itu orang timur kok bisa jawab kayak orang Barat? Ooo.. aku mengerti. Mungkin sampeyan kebanyakan ngupi di Starbucks sambil hotspotan, sementara warung kopinya Kang Mamat yang menyediakan kopi tubruk itu sudah hampir tak pernah disambangi. Jadinya ya gitu, jawaban sampeyan jadi kebarat-baratan. Hehe..

Nah, jika jawabannya kecampur-campur. Hmm.. kalau ini susah juga. Bisa jadi sampeyan kebanyakan ngupi di starbucks tapi pas sarapan selalu saja pesan lontong sayur dan gorengan jualan istrinya Kang Mamat itu. Hmm.. perlu penelitian lebih lanjut..

Penjelasannya begini:

Pertanyaan 1:

Mayoritas Orang asia  menjawab pisang. Alasan: Kan monyet makan pisang.

Mayoritas orang Barat menjawab Panda. Alasan: Monyet & Panda kan sama2 binatang, Om! (hmm.. bener juga..)

Menurut penelitian, ternyata Orang Asia itu lebih mementingkan”hubungan” dan “kekerabatan” (relationship and Family Resemblance) dalam mengkategorikan sesuatu. Makanya Monyet itu walaupun sama-sama binatang tapi ia lebih berhubungan erat dengan pisang, karena monyet makan pisang. Sedangkan Orang Barat cenderung mengkategorikan sesuatu berdasarkan aturan klasifikasi mendasar, panda dan monyet ya sama-sama binatang. Titek.

Hasil eksperimen di kelas kami: Bener ternyata.. hampir semua yang Asia jawab Pisang dan semua yang Barat jawab Panda. yang Afrika terbagi dua sebagian mereka jawab Pisang sebagian lagi Panda.

Pertanyaan 2:

Mayoritas Orang asia  menjawab Group A. Alasan:  setangkai bunga yang ditengah secara keseluruhan lebih menyerupai bunga-bunga di  group A.

Mayoritas orang Barat menjawab Group B. Alasan: setangkai bunga yang di tengah itu, salah satu elemennya menyerupai dengan  bunga-bunga di group B, yaitu: seluruh bunga di group B memiliki tangkai bunga yang sama.

Menurut penelitian, Orang Asia melihat sesuatu  dengan cara “komprehensif” atau “keseluruhan”. Makanya bunga itu, buat orang Asia, lebih cocok ke group A, karena walaupun semua bunga di group A gak sama persis tapi secara keseluruhan lebih mirip ke group A.  Nah kalo orang barat melihat sesuatu secara “parsial/bagian tertentu” dari satu objek. Makanya buat mereka bunga itu lebih cocok ke group B karena semua tangkainya sama.

Hasil eksperimen di kelas: bener lagi.. hampir semua yang Asia menjawab Group A sedangkan yang Barat sebaliknya. Kembali yang kelompok Afrika terbagi dua.

Nah ini versi lainnya, jika Orang Asia diberi suatu gambar maka orang Asia akan melihat gambar itu secara keseluruhan. Seperti gambar di bawah, buat orang Asia, gajah adalah bagian dari keseluruhan pemandangan. Sedangkan buat Orang Barat, gajah adalah objek utama. Seolah-olah gajah itu membesar dan pemandangan di belakangnya menghilang.

Asia melihat keseluruhan background dan Objek, Barat fokus ke Objek
Asia melihat keseluruhan background dan Objek, Barat fokus ke Objek

Pertanyaan 3:

Mayoritas Orang Asia  menjawab Balok Kayu. Alasan: bahan bakunya sama-sama kayu.

Mayoritas orang Barat menjawab Silinder Plastik. Alasan: bentuknya sama, yaitu silinder.

Menurut penelitian, Orang Asia melihat sesuatu dari “substansi”nya. Penampilan luar boleh lain tapi kualitas subtansinya tetap sama.  Sedangkan Orang barat melihat sesuatu dari “objek” akhirnya, tak peduli substansinya seperti apa.

Hasil eksperimen di kelas: lagi-lagi bener.. Hampir semua orang Asia menjawab  Balok Kayu sedangkan yang Barat sebaliknya. sedangkan kelompok Afrika tetap terbagi dua jawabannya.

Nih, aku pajang video hasil jawaban orang Timur dan Barat tentang kuis di atas. Iya sih, videonya bahasa korea tapi ada bahasa inggrisnya juga.

Lah, trus ngaruhnya perbedaan sudut pandang itu emang apa?

Sudah malam di sini. Besok-besok aku lanjutkan lagi…  aku mau online skype dulu. Mau telpon gratis ke tanah air.

Titipan dari Abangku: Mengapa Harus Menulis? Mengapa pula Tidak Menuliskan!!

Ini adalah tulisan yang dititipkan abangku untuk dimasukkan ke blog:

Kau bergerak pelan anggun layaknya perahu indah menyusuri kanal, terapung sombong membelah air bening bersih yang memantul mantulkan setiap cahaya yang menyentuh. Kau indah teduh melumat seluruh amarah, biarlah lukisan naturalis menjadi nyata serta berdiam di dalamnya, hanya ditemani warna warni yang lembut menyatu sepanjang hamparan kanvas metamorfosa. Menjadi kupu-kupu dan terkulai hanya dalam keanggunanmu yang congkak rapuh lembut, damai terbang di lukisan mu.

Sejumput perasaan cemburu bergelayut sejenak ketika mata-mata, mulut-mulut mulai memuji melirik dan menggoda goresan-goresan dasyat, ada amarah terbuncah oleh sarkasme atas mu. Mata hati dan otak penuh bahkan meluap akan mu, ah…serpihan-serpihan senyum akan dipungut terkumpulkan dari waktu ke waktu seperti cincin indaman gollum, kau begitu berharga meruntuhkan seluruh keliaran. Berlian agung sangat bernilai terpajang di etalase, tapi kamu, tak akan pernah terpajang, absolutly not for sale. Biarkan lapar melanda membujuk dan tak kan ada yang mengantikan serpihan senyum pekat mu, begitu kental meradang di hati. Makan hanya untuk raga, kau adalah humus bagi akar jiwa…

Gamang di atas gedung yang tinggi, berdiri tegak merentangkan tangan berteriak tanpa suara, limbung oleh rasa yang mencandu. Merasa biru diderasnya hujan..love oh amor..begitu susah nya menikmati mu. Hanya dengan hayal menerawang, mata terpejam rapat wujud mu kan terlihat jelas. Semu merah bergelombang indah, biru menggenangi hati, begitu hijau teduhmu…absurd.

Hati hanya bisa menunduk terbiskhu bagai abdi menghadap Sri Sultan, terseok-seok berlalu ketika rona wajah mu memerah marah, mengutuki diri sendiri untuk memperoleh lagi remahremah ramah mu. Ya..lemah tertekuk lutut bahagia dalam demokrasi perasaan yang terbaurkan tanpa sengaja. Kau biarkan angin meniupi daun Oak, mendesirkan kesenangan seluruh sendi…penat hilang penat datang. Kau adalah sepiring nasi sepanjang waktu yang ditemani roti dan mie instant. Kau adalah pertanyaan sekaligus jawaban…

Mata lelah menembus segala arah mencari serpihan senyum pekat mu…. sejauh mata menerawang bulan yang sembunyi di balik awan…Ah, kau begitu jauh dan begitu dekat…